Kisah Nara – “Selama dia bernapas, selalu ada harapan.”

 

Nara terdiagnosis neuroblastoma tingkat lanjut, sebuah kanker yang menyerang sel saraf, saat dia berusia 4 tahun. Nara menjalani beberapa siklus kemoterapi – tapi kankernya selalu kembali. Orang tua Nara harus menghadapi pertanyaan yang memilukan: haruskah mereka meneruskan kemoterapi yang menyakitkan badan Nara, padahal itu tidak menjamin bisa menyembuhkannya?

Ibu dan ayah Nara akhirnya memilih asuhan paliatif, mengutamakan kualitas hidup di sisa hari-hari yang mereka miliki bersama Nara. Mereka berharap dengan demikian, Nara akan punya kesempatan untuk menikmati hidup layaknya anak lain, dan menjalani sisa harinya di rumah bersama keluarga dan teman, terbebas dari rasa sakit. Alih-alih menunggu kematian, Nara dan keluarganya ingin merayakan hidup, karena mereka percaya, “Selama ada napas, selalu ada harapan.”

Nara tahu bahwa ia mengidap kanker. Ia tahu bahwa ia harus sering masuk rumah sakit, minum banyak obat, dan sering disuntik; namun tidak ada yang tahu pasti seberapa banyak yang sebenarnya ia pahami tentang penyakitnya. Nara tetap penuh kegembiraan, keras kepala, luar biasa mandiri, dan mencintai seni, baik di rumah maupun rumah sakit.

 

 

Saat itu, Yayasan Rumah Rachel adalah satu-satunya layanan asuhan paliatif anak di Jakarta. Orang tua Nara meminta kami untuk membantu mereka. Melalui kunjungan rumah, sms, dan telepon, keluarga Nara mendapat bantuan yang sangat mereka butuhkan dari Yayasan Rumah Rachel, terutama saat penyakitnya semakin parah dan mengakibatkan berbagai gejala yang meresahkan.

Nara menganggap staf Yayasan Rumah Rachel sebagai teman-temannya. Nara menjalin hubungan dekat khususnya dengan Suster Alisda, sampai-sampai Nara membuatkan kartu ucapan selamat menikah bergambar Barbie untuk Suster Alisda. Padahal Nara sendiri tidak terlalu suka Barbie!

Dukungan dari perawat Yayasan Rumah Rachel memungkinkan Nara untuk menjalani sisa hari-harinya dengan bahagia, terbebas dari rasa sakit. Kami bermimpi agar setiap anak dengan penyakit berat di Indonesia dapat menjalani hidup yang bahagia dan bermartabat, sebagaimana seharusnya.

Mau kah Kamu bantu kami mendukung anak-anak yang hidup dengan penyakit serius, serta keluarga mereka, agar mereka bisa hidup terbebas nyeri dan dengan bahagia? Klik di sini untuk berdonasi.