Kisah Adam – “Sekarang Adam bisa mendapat perawatan yang dia butuhkan di rumah sakit, dan keluarga kami tidak harus kelaparan.”

Adam berumur 7 tahun dan hidup dengan HIV. Ia tinggal dengan keluarganya di rumah terbuat dari kardus bekas, di area pembuangan sampah di Jakarta Utara.

Di tempat itu, Adam tinggal dengan ibunya yang sakit, ayahnya, dan kakak perempuannya yang berumur 15 tahun. Ayahnya bekerja sebagai pemulung, mengumpulkan botol plastik untuk dijual ke pengepul. Penghasilan yang pas-pasan itu harus cukup untuk menghidupi seluruh keluarga. Kondisi kesehatan ibu Adam pun memburuk, dan kakak Adam harus berhenti sekolah untuk merawat Adam dan ibunya.

Hidup dengan HIV berarti sistem kekebalan tubuh kita melemah. Kita memiliki risiko tinggi terserang infeksi atau komplikasi penyakit. Kakak Adam bertanggung jawab memastikan Adam dan ibunya meminum obat HIV tepat waktu setiap hari, agar tidak terjadi infeksi atau komplikasi. Setiap kali stok obat menipis, atau muncul infeksi dan komplikasi, ayah Adam harus bersusah payah mengumpulkan uang untuk membawa mereka ke rumah sakit. Uang yang terkumpul pun seringkali habis untuk membayar ongkos ke rumah sakit, tidak ada yang tersisa untuk makan sehari-hari.

Tapi berkat kemurahan hati pendukung Yayasan Rumah Rachel, Ada dan keluarganya bisa mendapat bantuan “Dana Makan dan Transportasi” kami. Dana ini tersedia untuk membiayai ongkos transportasi keluarga ke rumah sakit dan makanan selama rawat inap. Ayah Adam sangat bersyukur atas bantuan finansial ini. “Saya merasa lega karena sekarang anak saya bisa ke rumah sakit dan mendapat perawatan yang dia butuhkan, dan merasa tenang karena keluarga saya tidak perlu kelaparan di rumah sakit. Saya berterima kasih sudah mendapat bantuan ini untuk keluarga saya.”

Bagi Adam dan keluarganya, ini adalah suatu berkah yang merubah hidup mereka. Adam bisa mendapat asuhan dan obat-obatan yang ia butuhkan di rumah sakit, tanpa keluarganya merasa kelaparan berhari-hari.

Misi kami bagi Indonesia adalah tidak ada lagi keluarga yang harus memilih antara memberi makan anak-anaknya atau membawa mereka ke rumah sakit.

Mau kah Kamu bantu kami mendukung anak-anak yang hidup dengan penyakit serius, serta keluarga mereka, agar mereka bisa hidup terbebas nyeri dan dengan bahagia? Klik di sini untuk berdonasi.